Bayu Dardias Kurniadi

A chinese lion statue

Welcome to Bayu Dardias's private Website. Postings of the website solely represent the idea of the author. I hope you enjoy reading and feel free to drop your thought in comments

Penjara Swasta

bayu dardias February 2nd, 2010

Kedaulatan Rakyat, Analisis, 250110

Penjara mewah Ayin, Aling dan Darmawati Dareho di Rutan Pondok Bambu membuat banyak orang tersentak. Ternyata busuknya sistem hukum di negeri ini tidak hanya pada proses menentukan seseorang dihukum di tingkatan pengadilan, tapi juga bagaimana seseorang akhirnya dihukum. Kira-kira, apa penyebab maraknya jual beli sel penjara?

Harus diakui bahwa daya tampung penjara yang ada saat ini sangat jauh dari layak. Karena itulah saya lebih senang menyebutnya sebagai penjara, bukan Lembaga Pemasyarakatan atau Rumah Tahanan. Penghuni penjara sulit menjadi lebih bermasyarakat ketika dijejal-jejalkan di sel. Kata rumah juga tidak tepat, karena penjara bukan tempat untuk narapidana untuk selalu kembali, sebagaimana kita selalu merindukan untuk kembali pulang ke rumah. Kata Rumah hanya cocok untuk Ayin yang menyediakan permainan mandi bola bagi anak adopsinya.

Data resmi menunjukkan, setidaknya terdapat 35% kelebihan daya tampung penjara, terparah di Jakarta dan Sumatera Utara. Bahkan ada penjara yang dihuni delapan kali jumlah kapasitas maksimalnya. Pertanyaannya, apakah semakin banyak orang jahat di Indonesia? Bisa jadi jawabannya tidak. Pemerintah tidak mampu menambah jumlah penjara seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk. Padahal, jumlah penghuni penjara bertambah mengikuti penduduk yang beranak pinak.

Karena daya tampungnya yang terbatas, sel penjara menjadi barang langka (scare resource) dan menjadi komoditas yang menarik untuk ditransaksikan. Sejak jaman purba, ekonomi berkutat dengan distribusi barang langka tersebut. Semakin sedikit sumber daya (sel) dan semakin banyak orang butuh, semakin tinggi harganya. Teori dasar (persediaan dan permintaan) Demand and Supply berlangsung. Tidak mengherankan, harga sel ‘layak’ di penjara bisa ratusan juta. Jika tidak mampu, tentu ada paket hematnya, berdesakan dengan napi lain, termasuk bromocorah kelas kakap yang untuk kentut pun harus antri.

Dalam managemen sektor publik, telah terdapat inovasi-inovasi untuk memberikan kesempatan kepada pihak non-pemerintah ‘membantu’ terselenggaranya pelayanan publik yang lebih baik. Hal ini dikenal sebagai konsep privatisasi. Artinya, pelayanan publik bukan monopoli pemerintah untuk mengatur, menyiapkan, mengelola dan mengevaluasi. Pemerintah seringkali hanya bertugas untuk mengatur dengan membuat regulasi, selebihnya, distransferlah beberapa urusan tersebut ke pihak swasta untuk dikelola.

Pelayanan dasar seperti pendidikan dan kesehatan telah sejak dulu melibatkan pihak ketiga untuk mengelolanya. Dalam banyak hal, sektor swasta banyak yang lebih kompetitif dan efisien dibandingkan dengan pemerintah. Bisakah penjara diswastakan? Continue Reading »

Menyerang SBY

bayu dardias January 12th, 2010

Kedaulatan Rakyat-Analisis-120110

Jika diperhatikan dengan seksama, dalam bulan-bulan belakangan ini, muncul serangan-serangan telak yang ditujukan kepada Presiden SBY. Ibarat serial silat SH Mintardja, penyerang mengeluarkan jurus-jurus dalam serangan sporadis. SBY pun dipaksa berkelit dengan jurus jitu lainnya, dibantu seluruh pendukung padepokan. Perang jurus ini tak akan berhenti  sebelum sang pendekar yang sedang memimpin dunia persilatan jatuh.

Serangan lebih gencar dilakukan terutama setelah SBY terpilih sebagai Presiden untuk yang kedua kalinya. Serangan pertama diungkapkan presiden sendiri dengan menunjukkan foto dirinya yang menjadi sasaran tembak kelompok teroris radikal Islam pada pertengahan Juli. Sampai sekarang, publik masih bertanya-tanya tentang motif dan strategic issues yang menjadi latar belakangnya. Semuanya tetap menjadi rahasia Densus 88.

Serangan berikutnya lebih mengarah kepada upaya untuk menyerang SBY secara non-fisik, yang jika berhasil, dampaknya sangat destruktif untuk struktur politik yang ada. Sasarannya adalah kepribadian dan karakter SBY baik sebagai pribadi maupun dalam bentuk kebijakan-kebijakannya. Tujuannya jelas, menciptakan distrust di lingkungan dalam SBY dan juga masyarakat terhadap pemerintahan.

Menariknya, serangan yang diarahkan kepada SBY ini tidak ditunjukkan dalam bentuk vulgar dan langsung, tetapi bermain cantik dengan menggoyang orang-orang dekat Presiden. Jika pilar-pilarnya telah rapuh, bangunan akan mudah runtuh. Mari kita urai serangan ini lebih mendalam.

Pada saat puncak konflik KPK-Polri, SBY diuji untuk mampu bertindak cepat dan gesit mengatasi isu ini. Serangan muncul dengan membangun citra SBY yang dianggap lamban dalam bersikap ditengah dukungan Chandra-Bibit berlangsung 24 jam lewat facebook. SBY jitu dalam mengelak serangan mematikan ini dengan membentuk Tim Delapan. Walaupun namanya sempat dicatut dalam rekaman Anggodo, secara umum publik puas atas respon SBY terhadap isu ini.

Serangan ketiga ditujukan khusus untuk dua figur penopang pemerintahan SBY, Boediono dan Sri Mulyani lewat kasus Century. Gabungan dua cendikiawan ekonomi dari dua universitas terbaik di Indonesia, UGM dan UI, menjadi back up penting Menko Ekuin Hatta Rajasa. Cara termudah menghancurkan pemerintahan SBY adalah menjatuhkan dua pilar kebijakan ekonominya. Dengan kondisi ekonomi terpuruk, presiden sangat mudah jatuh. Pengalaman 1998 jelas menunjukkan hal itu. Continue Reading »

Ketika Sakit

bayu dardias January 12th, 2010

Ketika sakit, banyak nikmat yang dicabut Allah dari kemewahan yang selama ini kita nikmati. Dalam dua minggu sejak pulang dari Australia, saya didera dua kesakitan, diare dan terkilir di pinggang.

Sakit pertama sebenarnya sudah seharusnya diantisipasi. Sebabnya gampang, perut tidak lagi bertoleransi dengan bakteri Indonesia yang terkenal piawai memainkan enzim-enzim di usus besar. Bakteri yang sangat nyaman bermukim di makanan jalanan, sampai yang terbang terbawa debu dan mendarat di mangkuk yang masih tersisa soto dari pelanggan sebelumnya. Tetapi penyebab paling masuk akal adalah tidak ada atau setidaknya minimnya antibody. Pasukan bertahan terlalu dimanjakan iklim, suhu dan kebersihan Canberra yang nyaris tanpa debu. Saking bersihnya, si Carol, tidak dicuci setahunpun tak kelihatan kotor amat.

Sebagai ganjarannya, dua hari saya terbaring di Jogja International Hospital, rumah sakit paling dekat dengan rumah mas Danang dan Mas Ando yang seharusnya menjadi tempat bermalam. Saya terpaksa mengganggu mas Danang yang sedang bertelponan mesra J, karena badan sudah lemas, mulut sudah kering dan dizzy . Dalam kamar yang seharusnya diisi enam orang, saya satu-satunya penghuni. Mungkin karena kasus Omni, rumah sakit yang pelayanannya tidak mengecewakan ini ikut-ikutan sepi, karena memakai nama international. Sayangnya, pelayanan itu harus ditebus dengan bayaran seharga TV 29”. Alhamdulillah, sejak keluar rumah sakit jam 12 noon, saya sudah di Sumedang keesokan harinya. Continue Reading »

Politik Jawa SBY

bayu dardias December 14th, 2009

Kedaulatan Rakyat-Analisis- 13 Desember 2009

Salah satu kesalahan besar dalam menganalisa langkah kepemimpinan SBY adalah ketika melihatnya dalam kerangka teori demokrasi liberal gaya barat. Padahal, sebagai orang Jawa, SBY lebih memperhatikan dan menggunakan tuntunan politik Jawa dalam pengambilan keputusan.

Artikel lama yang tetap relevan yang ditulis oleh Ben Anderson (1972), The Idea of Power in Javanese Culture secara gamblang mengidentifikasi konsep kekuasaan barat dan Jawa. Menurut Ben, konsep kekuasaan Jawa tidak hanya berbeda, tetapi pada banyak yang bersebarangan dengan model kekuasaan di barat yang menjadi dasar pengembangan ilmu politik. Orang Jawa percaya bahwa kekuasaan itu bersifat konkrit, homogen, berada pada jumlah yang sama di bumi dan tidak perlu dipertanyakan legitimasinya.

Orang Jawa percaya pada wahyu kekuasaan yang bisa berpindah dari satu orang ke yang lainnya dalam wujud yang konkrit. Pertanda bergulirnya kekuasaan bisa bermacam-macam, misalnya dari sinar yang memancar dari rahim Ken Dedes yang dipercaya akan melahirkan raja-raja Jawa. Air kelapa yang diminum Ki Ageng Pemanahan sampai kekuasaan yang mewujud pada keris Djoko Piturun di Kraton Yogyakarta saat penyerahan kekuasaan dari HB VIII ke HB IX. Selain itu, bentuk lainnya seperti sinar di angkasa sering dianggap penting dalam upaya perebutan kekuasaan di tingkat lokal.

Hal ini berkebalikan dengan paham kekuasaan barat yang menganggap kekuasaan adalah hasil kontestasi politik. Kekuasaan boleh dimiliki siapa saja asalkan lolos dalam segenap seleksi menuju kekuasaan, bukan pada wujud yang “nitis” dan tergaris dalam diri seseorang. Tak perlu memiliki keris untuk menggapai posisi politik penting.

Continue Reading »

This is it

bayu dardias December 14th, 2009

Graduation

Jual Mobil Lewat Internet

bayu dardias November 25th, 2009

Salah satu ritual yang dilakukan mahasiswa yang telah selesai studinya adalah menjual beberapa barang yang dianggap berharga. Salah satunya adalah mobil istri saya. Sebenarnya selain mobil, masih ada kulkas, TV, DVD player, furnitures, microwave dll yang sebenarnya masih layak dijual yang totalnya bisa $AU 500. Tapi saya dan istri sepakat untuk menghibahkan itu semua, selain tak punya kapasitas untuk tawar menawar, yang beresiko merusak relasi, toh semua barang itu didapat dari jatah beasiswa.

IMG_3175editSelain, karena mobil dibeli tidak dari uang beasiswa alias dari utangan, harganya juga relatif masih bagus. Minggu lalu saya menjual Mobil istri Toyota Camry CSX tahun 1999. Saya mengiklankan di allclassified.com.au dengan biaya $AU 15 per foto dan di   billboard.anu.edu, dua situs andalan mahasiswa untuk mendapatkan barang bekas bermutu.

Menariknya, baru beberapa jam setelah diupload langsung dapat email yang isinya seperti berikut.

Hi,
I will like to know if the Ad is still available for sale and i will
offer you $6,300.00 hope to read from you soon.

Email ini aneh dan saya sudah tahu ini penipu. Lha wong ditawarinnya $6,200 kok ditawar $6,300. Tapi saya ingin meneruskannya, mumpung banyak waktu luang sebelum pulang. Lha setelah saya jawab, orang yang mengaku sebagai Brelia Moore ini membalas lagi.

Hi,thanks for mailing back,i want you to send me the recent photos,
i am happy to read from you and i want you to know that am buying this
for Dad…I would have prefer to come and inspect the car
and pay you in cash but i cant due to the nature of my work,I’m an
oceanist,i am at sea right now, and I am glad you accepted my offer.I
can only pay through paypal at the moment as i do not have access to
my bank account online,but i have it attached to my paypal account,
and this is why i insisted on using paypal to pay,all i will need is
your paypal email address to make the payment,and if  you do not have
a paypal account yet,its pretty easy to set one up at www.paypal.com,i
will be expecting your email.I have a pick up agent that will come for
the pick up after payment has been sorted.
Email me here.
Brelia.

Sekedar tahu saja, dalam sehari ada tiga orang yang semuanya  mengaku Oceanist dan ingin membeli tanpa menawar.  Dua email yang lain, karena pasti menipu, saya balas dengan agak keras dan lucu seperti berikut.

I dont care if you are an Oceanist or a Prime Minister, send your money to my ID at Paypal and I also don’t care if the Prime Minister Himself pick up the car after you pay it.

Tapi satu saya sisakan untuk mengetahui langkah sang penipu lebih lanjut. Setelah saya berikan account paypal, dia membalas lagi. Continue Reading »

Next »

 

You need to log in to vote

The blog owner requires users to be logged in to be able to vote for this post.

Alternatively, if you do not have an account yet you can create one here.

Powered by Vote It Up