Canberra Warming

bayu dardias February 2nd, 2009

Masya Allah. Sudah seminggu ini kami kepanasan. Suhu di Canberra siang hari sekitar 38 derajat C, di malam hari turun menjadi 19 derajat C. Tidak seperti musim panas tahun lalu, tahun ini musim panas memang terasa menyengat. Di Melbourne, suhu sempat menyentuh 43,2 derajat C. Akibatnya, beberapa perjalanan kereta yang melintasi Flinders Station, salah satu stasiun tersibuk, dihentikan karena relnya melting. Begitu juga dengan jaringan Trem.

Seperti sudah saya tulis di posting tentang Daylight Saving, musim panas memiliki sinar matahari yang jauh lebih lama, kira-kira tenggelam jam 9 malam.  Kemarin, kami sekeluarga sempat berkeliling di beberapa toko electronik besar untuk mencari cooler, pendingin udara yang memanfaatkan air. Tapi di seluruh toko tersebut cooler SOLD OUT, diborong Canberrans yang lebih dulu sadar akan “bahaya” panas matahari tahun ini.

Seberapa panaskah suhu 38 derajat itu? beberapa indikasi berikut bisa dijadikan pertanda.

1. Kipas angin tidak berfungsi mengingat angin yang dihembuskan tetap saja “angin panas”. Semakin kencang kipas diputar, semakin pedih muka menerima tamparan hawa panas.

2. Kasur, kursi dan seluruh perkakas empuk-empuk lainnya, walaupun tetap berada di dalam rumah, terasa seperti habis dijemur di bawah terik matahari selama 6 jam. Hawa angetnya, masih terasa di punggung.

3. Jika diparkir lebih dari 1 jam, perlu waktu agak lama untuk bisa langsung menyetir. Tuas setir terasa menyengat di tangan begitu kita menggenggamnya.

4. Margarine roti yang lupa tidak dimasukkan ke kulkas, meleleh seperti jika akan dipakai untuk menggoreng.

5. Hanya butuh satu jam untuk baju menjadi kering setelah diputar di mesin cuci, hanya dengan ditaruh di teras yang teduh.

Huih, Masya Allah, akhirnya, duel Nadal-Federer harus ditonton dengan berkali-kali meneguk air es dari kulkas. Untung masih punya Kulkas , kalau nggak……

Share and Enjoy:
  • Print
  • Facebook
  • Google Bookmarks

5 Responses to “Canberra Warming”

  1. Maman Firmansyahon 03 Feb 2009 at 04:17

    Sampe kemaren, kami di Adelaide sudah merasakan 8 hari berturut-turut suhu di atas 35 derajat. Puncaknya pas hari Rabu, 45.7 derajat. Sekitar 4 hari, suhu pas malem pun gak pernah turun lewat 30 derajat.

    So, buat Canberrans dinikmati dan disyukuri ya keadaan yang ada.

    Bayu Dardias
    Betul man, Dibanding Adelaide, Canberra masih “mendingan”…Alhamdulillah

  2. Dianaon 19 Feb 2009 at 15:26

    Hi, saya mau studi di Canberra U, 2 bulan lagi. Saya lagi nyari 1 bedroom apartment, furnished. Bisa minta tolong gak, ada tau dimana yang rent apartment deket UC?

    Bayu Dardias

    Dua bulan lagi (April 09) kemungkinan sudah tidak peak lagi untuk mencari rumah. Tapi tetap harus datang sendiri untuk mencari rumah, silakan lihat di posting Ceteris Paribus.
    Untuk melihat-lihat rumah silakan dibrowsing di
    allhomes.com.au
    dengan memanfaatkan Google Earth.
    Trus kalau di sini Furnished dan Tidak bukan isu penting karena bisa cari Recycle nya (second hand hehehe). Beberapa Suburb coba cari di bagian atas (utara) danau dari Google Earth. Ada sekitar 27 Suburb yang bisa dilihat di sekitar Belconnen.

  3. tetinuron 03 Apr 2009 at 06:15

    met pagi, bagaimana cuaca canberra pada bulan mei?

    Bayu Dardias
    Tahun 2008 sih udah dingin, 6-15 an derajat celcius. Tahun ini tidak tahu, soalnya tahun kemarin bulan April sudah dingin, tapi sekarang belum tuh.

  4. Achmad Syaiful Mujabon 12 Oct 2009 at 11:38

    kurang lebih kami di very northern territory (kupang) juga mengalami panas yg sama :smile:
    py kabar mas?? jare Desember balik? aku Insya Allah Januari ng Adelaide

    Bayu Dardias
    Alhamdulillah apik Pul, selamat yo, aku wingi bar dikandani Ipam. Iyo, Insya Allah balik Desember. Pengen mulang. Kok ora nang ANU ae? The best in Australia hehehehe..

  5. Mujabon 19 Nov 2009 at 07:04

    Amin mas, dongakna ae lantjar. Moga2 isih ketemu ng megelang. Jane biyen yo sempet mikir ANU, tapi akhire milih CMU ae ng Adelaide, kayane kering2e mirip Kupang hehe…ga masalah lah mas ga no.1, ne aku sing penting luar negeri haha

Trackback URI | Comments RSS

Leave a Reply

 

You need to log in to vote

The blog owner requires users to be logged in to be able to vote for this post.

Alternatively, if you do not have an account yet you can create one here.

Powered by Vote It Up